Pemanfaatan
Kacang Kedelai Pada Tahu
Sebagai
Bahan Dasar Pembuatan Brownies Tahu
Skala
Rumah Tangga
Winda Amilia *) dan Vani R.
Veriani **)
Abstract
Tofu is a widely used agricultural product by each people in
Indonesia. Tofu which comes from soybeans has many benefits for our bodies.
Innovation of food with basic ingredients tofu can be done as competition in
the market. By having the advantage in terms of health, packing, and sales
targets can be used as capital in determining the success of the sale price. It
can be proved that the development of the agro-industries can create new
innovations for Indonesian food.
Keywords : Tahu, Kacang Kedelai, Agricultural
product.
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Brownies
merupakan makanan yang banyak diminati masyarakat, karena rasanya yang enak,
harga tidak terlalu mahal, dan dapat dibeli dibanyak tempat. Sudah banyak jenis
brownies yang dibuat dan dijual. Brownies tape, brownies keju, brownies tempe,
brownies tahu dan lain-lain sesuai selera. Brownies tahu merupakan salah satu
brownies hasil olahan seorang ibu rumah tangga yang mencoba-mencoba resep
dengan bahan dasar tahu.
Tahu
banyak dijual di pasaran, dengan harganya yang murah tahu mudah didapat dimana
saja. Mulai pasar hingga supermarket banyak ditemui jenis-jenis tahu. Jenis
tahu ada dua macam, tahu kuning dan tahu putih. Bahan dasar pembuatan tahu
sendiri yaitu kacang kedelai yang berasal dari hasil pertanian.
Pertanian
di Indonesia berpotensi tinggi meningkatkan perekonomian Negara karena
hasil-hasil pertanian Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara sekitar.
Seperti tanaman kopi, kakao, padi, tembakao, kedelai, cengkeh, dan lain-lain.
Kedelai termasuk dalam keluarga kacang-kacangan yang berukuran kurang lebih sebesar kacang polong, dan
memiliki tingkatan nutrisi sangat tinggi terutama protein nabati. Kedelai
baik bagi tubuh manusia. Kedelai telah menjadi sumber protein yang penting
selama lebih dari lima ribu tahun. Selain bernutrisi tinggi, kedelai
merupakan sumber minyak nabati yang kaya akan protein lengkap, karbohidrat,
serat, lemak sehat, dan sejumlah vitamin dan mineral penting untuk kesehatan.
Di dalam satu biji kedelai terkandung sejumlah besar asam fitat, asam alfa-Linolenat,
isoflavon genistein dan daidzein.
1.1 Tujuan
1.
Memenuhi
tugas mata kuliah Pengembangan Sistem Agroindustri.
2.
Mengetahui
inovasi pangan yang berasal dari hasil pertanian.
3.
Mengetahui
manfaat dari kacang kedelai dalam tahu sebagai bahan dasar pembuatan brownies
tahu.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Kacang-kacangan dan
biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa
dan lain-lain merupakan
bahan pangan
sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan.
Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani,
namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik
untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut (Ahira, 2010).
Kacang-kacangan dan umbi-umbian
cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk.
Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya
dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti
bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas
unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras,
jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai
mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein
susu skim kering.
Bila seseorang tidak boleh atau
tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein
sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14
gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap,
susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada
umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup
dengan alat alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas,
penggiling, dan cetakan (Dita, 2011).
Tabel
1. Komposisi Kedelai per 100 gram Bahan
KOMPONEN
|
KADAR (%)
|
Protein
|
35-45
|
Lemak
|
18-32
|
Karbohidrat
|
12-30
|
Air
|
7
|
Tabel 2.
Perbandingan Antara Kadar Protein Kedelai Dengan Beberapa Bahan Makanan Lain
BAHAN MAKANAN
|
PROTEIN (% BERAT)
|
Susu
skim kering
|
36
|
Kedelai
|
35
|
Kacang
hijau
|
22
|
Daging
|
19
|
Ikan
segar
|
17
|
Telur
ayam
|
13
|
Jagung
|
9
|
Beras
|
6,80
|
Tepung
singkong
|
1,10
|
Karena
itu jika makin tinggi asupan protein dari kedelai, sekresi hormon insulin dan
glukogen ke dalam jaringan tubuh akan makin meningkat, sehingga menekan kadar
glukosa darah kemudian diubah menjadi energy, dan bagi siapapun yang memiliki
gejala diabetes, maka bisa ditekan oleh makanan kedelai.
Tepung kedelai yang mengandung Zat
Isoflavon, dimana zat ini mampu mengurangi keriput pada kulit dan merangsang
pembentukan kolagen , dan kandungan isoflavon pada tepung kedelai ternyata
lebih baik hingga 6-7 kali lipat diandingkan susu kedelai (Anonim, 2011).
3. PEMBAHASAN
Kedelai salah satu tanaman polong-polongan
yang menjadi dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan
tempe. Tanaman ini terdiri dari 2 species, kedelai putih yang bijinya berwarna
kuning agak putih, dan soyja yang merupakan kedelai hitam atau berbiji hitam
(Ahira, 2010).
Penanaman tanaman ini biasanya
dilakukan pada akhir musim penghujan, setelah panen padi, biji dimasukkan
langsung pada lubang lubang yang dibuat
Protein
yg terkandung dalam kedelai seperti asam amino argirin dan glisin, kedua asam
amino ini merupakan komponen penyusun hormone insulin dan glukogen yang disekresi
oleh kelenjar pangkrean dalam tubuh kita. Manfaat :
·
sumber
protein nabati yg terbaik
·
meningkatkan
metabolism tubuh
·
menguatkan
sistem imun tubuh
·
menstabilkan
kadar gula dlm darah
·
melindungi
jantung
·
menambah
daya ingat
·
membentuk
tulang yang kuat
·
menurunkan
resiko sakit jantung
·
menurunkan
tekanan darah dan kolesterol
·
mencegah
menopause bagi wanita
·
menurunkan
resiko kanker payudara
·
menurunkan
resiko kanker prostat
·
mengurangi
resiko serangan jantung dan stoke
·
menghasilkan
tenaga dan meningkatkan kesehatan
·
dapat
menghasilkan sperma yang berlebihan
(Dita,
2011).
Dasar pembuatan tahu adalah
melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai
pelarutnya. Setelah protein tersebut larut, diusahakan untuk diendapkan kembali
dengan penambahan bahan pengendap sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein
yang akan menjadi tahu. Salah satu cara pembuatan tahu ialah dengan menyaring
bubur kedelai sebelum dimasak, sehingga cairan tahu yang sudah
terpisah dari ampasnya (Anonim, 2009).
Cara
Membuat Tahu :
- Kedelai disortir untuk dipilih biji yang besar.
- Kedelai dicuci, lalu direndam dalam air selama enam jam.
- Kedelai dicuci lagi selama setengah jam.
- Kedelai disosoh dan dipecah menggunakan Mesin Pemecah Kedelai.
- Kemudian digiling sampai halus, menggunakan Mesin Giling Kedelai Pisah Ampas, dan susu kedelai mengalir ke dalam tong penampung.
- Susu kedelai langsung direbus sampai mendidih di dalam mesin pemasak berukuran besar.
- Susu kedelai lalu dipindahkan dari mesin pemasak ke bak atau tong untuk disaring dengan kain belacu atau kain mori kasar yang telah diletakkan pada sangkar bambu. Agar semua sari dalam susu kedelai tersaring semua, pada kain itu diletakkan sebuah papan kayu dan seseorang naik di atasnya dan menggoyang-goyangnya. Limbah penyaringan, yang disebut ampas tahu, diperas lagi dengan menyiram air dingin, sampai tidak mengandung sari lagi. Penyaringan dilakukan berkali-kali hingga bubur kedelai habis.
- Air saringan yang tertampung dalam tong dicampur dengan asam cuka agar menggumpal. Selain asam cuka, dapat juga ditambahkan air kelapa, atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah dieramkan, atau bubuk batu tahu (sulfat kapur).
- Air asam dipisahkan dari gumpalan atau jonjot putih dan disimpan, sebab masih dapat digunakan lagi. Gumpalan atau jonjot tahu yang mulai mengendap dituangkan dalam Cetakan Tahu Dari Kayu dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama satu menit, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Adonan tahu berbentuk kotak yang sudah padat dipotong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm2. Tahu pun siap.
Saat tahu
sudah siap maka tahu sudah dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan
brownies. Dan cara pembuatan brownies dengan bahan dasar tahu adalah sebagai
berikut. :
Bahan :
250 grm Dark cooking chocolate
200 grm mentega
4 btr telur
200 grm gula pasir
150 grm tahu putih, haluskan
75 grm tepung trigu
20 grm coklat bubuk
1/2 sdt Baking powder
Almon/coklat putih utk hiasan
250 grm Dark cooking chocolate
200 grm mentega
4 btr telur
200 grm gula pasir
150 grm tahu putih, haluskan
75 grm tepung trigu
20 grm coklat bubuk
1/2 sdt Baking powder
Almon/coklat putih utk hiasan
Cara Membuat:
1.
Tim Dark Cooking Chocolate bersama margarin sampai meleleh, sisihkan
2.
Kocok gula dan telur sampeai mengembang
3.
Masukkan tahu, kocok hingga rata
4.
Tambahkan tepung trigu, coklat bubuk
& baking Powder, aduk hingga rata
5.
tuang coklat leleh dan margarin,aduk
rata
6.
Masukkan adonan dalam loyang
brownies yg sdh diolesi mentega dan dialasi kertas roti
7.
Panggang adonan dalam suhu 190°
selama 40 menit
Keluarkan dari oven,dinginkan.
Belum diketahui distribusi brownies
ini sudah seberapa luas. Namun jika dilihat dari banyaknya bahan-bahan yang
diperlukan, pembuatan brownies ini masih dalam skala rumah tangga atau untuk
dikonsumsi sendiri. Brownies tahu merupakan inovasi pangan yang berasal dari
hasil pertanian karena bahan dasarnya kacang kedelai. Jika pembuatan brownies
ini dijadikan usaha, sepertinya mampu bersaing dengan jenis-jenis brownies
lainnya. Karena bahan dasar yang mudah didapat dan juga harga produksi yang
tidak terlalu mahal (Yunita, 2009).
Sasaran
usaha ini bisa dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa, dari pelajar/
mahasiswa hingga pegawai karena brownies merupakan makanan ringan yang banyak
diminati masyarakat. Pengepakan yang ergonomis dan menarik pembeli dapat
dijadikan modal untuk meningkatkan nilai jual brownies. Keawetan bahan juga
diperhatikan karena brownies ini tidak menggunakan bahan pengawet. Produk ini
akan lebih nikmat jika disajikan dalam keadaan dingin, atau sesuai selera
konsumen. Harga pasaran produk ini, dapat dipertimbangkan dari segi pengepakan,
sasaran penjualan, dan manfaat untuk kesehatannya. Dan juga dapat dijadikan
literatur untuk para pemula yang ingin berwirausaha atau sekedar mencoba menu
baru.
4. KESIMPULAN
1.
Inovasi
pangan brownies tahu dapat bersaing di pasaran karena memiliki keunggulan pada
bahan dasar yang berbeda dibandingan brownies pada umunya.
2.
Manfaat
kacang kedelai secara umum yaitu dapat meningkatkan kesehatan bagi para
konsumennya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahira,
Anne. 2010. Kedelai. [serial online] http://www.anneahira.com/tanaman-obat/kedelai.htm
Anonim.
2009. Cara Membuat Tahu. [serial
online] http://www.mentari.biz/cara-membuat-tahu.html
Anonim.
2011. Kesehatan Pangan. [serial
online ] http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/tahu.pdf
Dita.
2011. Manfaat Kedelai. [serial
online] http://di-ta.com/manfaat-kedelai.html
Yunita.
2009. Brownies Tahu. [serial online] http://www.pawonomah.tk/2009/12/brownies-tahu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar