7.09.2012

Konservasi Tanah dan Air


PEMBAHASAN
Tanah dan air adalah merupakan sumber daya alam dan sekaligus juga lingkungan hidup yang tidak terlepas dari peran manusia (masyarakat) sebagai pengelola sumberdaya alam. Pada dasarnya pembangunan pertanian harus berwawasan lingkungan. Pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan adalah merupakan upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumberdaya secara arif dan bijaksana untuk meningkatkan hasil produksi dan sekaligus menjaga kelestarian lahan dan air. Sebagai dasar itulah maka diperlukan pemahaman tentang konservasi tanah dan lingkungan. Berikut akan dijelaskan mengenai tanah dan air sebagai sumberdaya alam sehingga nantinya akan terwujud pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan.

A. Tanah dan Air Sebagai Sumber Daya Alam
Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair, dan gas, dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik. Benda alami ini terbentuk oleh hasil kerja interaksi antara iklim (i) dan jasad hidup (o) terhadap suatu bahan induk (b) yang dipengaruhi oleh relief tempatnya terbentuk (r) dan waktu (w) (Arsyad. 1989: 1).
Ilmu tanah memandang tanah dari dua konsep utama, yaitu : (1) sebagai hasil hancuran bio-fisika-kimia, dan (2) sebagai habitat tumbuh-tumbuhan. Konsep pandangan tersebut memberikan dua jalur pendekatan dalam pengkajian tanah, yaitu pendekatan pedologi di satu jalur pendekatan edafologi di jalur lain (Arsyad. 1989: 1).
Sebagai sumberdaya alam, untuk pertanian, tanah mempunyai dua fungsi utama, yaitu (1) sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan, dan (2) sebagai matriks tempat akar tumbuhan berjangkar dan air tanah tersimpan, dan tempat unsur-unsur hara dan air ditambahkan. Kedua fungsi tersebut dapat menurun atau hilang. Hilangnya atau menurunnya fungsi tanah inilah yang kita sebut kerusakan tanah atau degradasi tanah (Arsyad. 1989: 2).
Air merupakan sumberdaya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumberdaya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain.
Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan harus dilakukan secara bijaksana, dengan memperhitungkan kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang. Aspek pengamatan dan pelestarian sumberdaya air harus ditanam pada segenap pengguna air (Effendi, 2003).
Berdasarkan peraturan Pemerintah No.20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air menjadi beberapa golongan menurut peruntukkannya. Adapun pengolonggan air menurut Effendi (2003) adalah sebagai berikut:
  1. Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung, tanpa pengolahan terlebih dahulu.
  2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum.
  3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan pertenakan.
  4. Golonagan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha di perkotaan, industri, dan pembangkit tenaga listrik.

B. Siklus Hidrologi
Menurut Marta dan Adidarma (1983), bahwa hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang terjadinya, pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas maupun dibawah permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia air serta reaksinya terhadap lingkungan dan hubunganya dengan kehidupan (Pratiwi , 2007)
Hidrologi memiliki ruang lingkup atau cakupan yang luas. Secara substansial, cakupan bidang ilmu itu meliputi:
  1. asal mula dan proses terjadinya air
  2. pergerakan dan penyebaran air
  3. sifat-sifat air
  4. keterkaitan air dengan lingkungan dan kehidupan
Air adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi. Secara umum banyaknya air yang ada di planet ini adalah sama walaupun manusia, binatang dan tumbuhan banyak menggunakan air untuk kebutuhan hidupnya. Jumlah air bersih sepertinya tidak terbatas, namun sebenarnya air mengalami siklus hidrologi di mana air yang kotor dan bercampur dengan banyak zat dibersihkan kembali melalui proses alam.
Proses siklus hidrologi berlangsung terus-menerus yang membuat air menjadi sumber daya alam yang terbaharui. Jumlah air di bumi sangat banyak baik dalam bentuk cairan, gas / uap, maupun padat / es. Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus-menerus akibat pemanasan global bumi sehingga mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.
Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Hidrologi :
a.       Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut
b.      Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali
c.       Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinyu. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinyu dalam tiga cara yang berbeda, yaitu :
  • Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dan lainnya di permukaan tanah kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, dan es.
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  • Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya (Godam, 2008).

C. Pengertian dan Ruang Lingkup Konservasi Tanah dan Air
1    Pengertian Konservasi Tanah dan Air
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Sedangkan palawija yang terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; serta tanaman holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga:
1.         sebagai sarana transportasi
2.         sebagai sarana wisata/rekreasi
3.         sebagai sarana irigasi/pengairan
4.         sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

Konservasi tanah diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Usaha-usaha konservasi tanah ditujukan untuk (1) mencegah kerusakan tanah oleh erosi, (2) memperbaiki tanah yang rusak, (3) memelihara serta meningkatkan produktivitas tanah agar dapat dipergunakan secara lestari. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin, dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau (Arsyad. 1989: 29).
Konservasi tanah dan air atau yang sering disebut pengawetan tanah merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas tanah, kuantitas dan kualitas air. Apabila tingkat produktifitas tanah menurun, terutama karena erosi maka kualitas air terutama air sungai untuk irigasi dan keperluan manusia lain menjadi tercemar sehingga jumlah air bersih semakin berkurang.

     Ruang Lingkup Konservasi Tanah dan Air
Ruang lingkup konservasi tanah dan air adalah kompleks dan memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti ilmu biologi, hidrologi dan teknik konservasi tanah. Pada akhirnya masalah konservasi tanah tidak terlepas dari persoalan manusia dan berbagai aspek dan ekonominya. Namun secara garis besar dapat diketahui bahwa ruang lingkupnya meliputi :
  1. Erosi, Erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ketempat lain oleh media alami.
  2.  Siklus air, Adalah rangkaian peristiwa yang terjadi pada air dari saat jatuh kebumi hingga menguap ke udara untuk kemudian jatuh kembali ke bumi (Ackerman, Coleman and Ogrosky, 1955).
  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi, Dalam hal terjadinya erosi, sehubungan dengan proses-prosesnya yang secara alamiah dan yang secara dipercepat, dengan demikian secara keseluruhannya yang menjadi penyebab dan yang mempengaruhi besarnya laju erosi terdapat lima faktor, yaitu : faktor iklim, faktor tanah, faktor bentuk kewilayahan (topografi), faktor tanaman penutup tanah (vegetasi), dan faktor kegiatan/ perlakuan-perlakuan manusia (Kartasapoeta. 1985: 37).
  4. Metode konservasi tanah dan air, Adalah tentang teknologi apa yang akan digunakan pada setiap macam penggunaan tanah untuk menghasilkan produksi yang lestari dari sebidang tanah (Arsyad. 1989: 113). 
  5. Tanaman penutup tanah, pergiliran tanaman, dan pertanian-hutan, adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah. Pergiliran tanaman adalah sistem penanaman berbagai tanaman secara bergilir dalam urutan waktu tertentu pada satu lubang tanah. Sistem usaha tani atau penggunaan tanah yang mengintregasikan tanaman pohon-pohonan dengan tanaman rendah yang yang tersusun baik secara spatial maupun temporal nampaknya dapat memberikan jawaban terhadap segala tuntutan (Arsyad. 1989: 183).
  6.  Klasifikasi pengolahan lahan, Yaitu pengelompokan di dalam kelas didasarkan atas intensitas faktor penghambat (Arsyad. 1989: 212).
  7. Prediksi dan evaluasi erosi, Metode untuk memperkirakan laju erosi yang akan terjadi dari tanah yang dipergunakan dalam penggunaan lahan dan pengelolaan tertentu (Arsyad. 1989: 237).


DAFTAR PUSTAKA

Ackerman, W.C., E.A. Coleman, and H.O. Ogrosky, 1955. From Ocean Sky to Land to Ocean. dalam : Water. The Yearbook of Agriculture, Stefferud, A. (ed), The U.S. Govt. Printing Office : 41-48
Effendi, 2003. Sumber Daya Air. Yogyakarta: Andi Offset.
Godam. 2008. Jenis Dan Macam Siklus Hidrologi Di Bumi. http://organisasi.org/jenis-macam-siklus-hidrologi-siklus-air-pendek-sedang-panjang-di-bumi [ 9 Februari 2012].
Kartasapoetra, G, dkk. 1985. Teknologi Konservasi Tanah dan Air Edisi Kedua. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Pratiwi. 2007. Aspek Konservasi Tanah dan Air dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Bogor : Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.
Sitanala, Arsyad. 1989. Konservasi Tanah Dan Air. Bogor: Institut Pertanian Bogor.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar